Diskusi Komunitas Runner,Polda Kalsel Gelar FGD ‘Melangkahkan Kaki di tengah Karhutla’

Event Running

Diinisiasi oleh Polda Kalimantan Selatan, Focus Group Discussion dengan tema ‘Melangkahkan kaki ditengah Karhutla’ dilaksanakan pada Jum’at 30 Oktober 2026.

Bertempat di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Focus Group Discussion ini mengundang beberapa komunitas lari Kota Banjarmasin dan Banjarbaru untuk duduk bersama berdiskusi bagaimana olahraga lari dan event lari di Kalimantan Selatan tetap bisa berjalan ditengah kondisi asap dari Karhutla.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara sesama Pelari baik Pelari rekreasi maupun Pelari Elit atau Atlit. “Dari FGD ini kami tentunya berharap dapat membangun komunikasi, mempererat hubungan kemitraan, serta meningkatkan sinergi antara Polri dan Masyarakat, khususnya komunitas olahraga lari dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkap Adi Sarma selaku Ketua Pelaksana.

Dalam kegiatan ini hadir juga, Kasubdit Sosbud Dit IK Polda KalSel, AKBP Banu Maulidina Isya, S.I.K. Kasubdit Politik Dit IK Polda KalSel, AKBP Dr. Soetrijono, S.P, M.M. Kasubdit Ekonomi Dit IK Polda KalSel, Kasubdit KamNeg Dit IK Polda KalSel, AKBP Indera Gunawan. S.E., S.H. Serta Kasi Inteltek Dit IK Polda KalSel, KOMPOL Faturrahman,S.H.,M.M.

Menghadirkan tiga nara sumber diantaranya, M. Anugrah – DISPORA Provinsi Kalimantan Selatan, Tri Atmaja – PASI Provinsi Kalimantan Selatan serta IPDA Dedy Gunawan Simanjutak, S.H dari Siyamin Polda Kalimantan Selatan. Dimana dari masing-masing pemaparan menyampaikan betapa pentingnya tetap menjaga kesehatan sebagai yang utama dalam berolahraga terlebih disituasi kondisi cuaca di Kalimantan Selatan khususnya pada beberapa bulan kebelakang yang dilanda kabut asap. PASI Provinsi Kalimantan Selatan juga menambahkan tentang bagaimana standarisasi dari sebuah event lari terlebih untuk event lari berskala besar yang mengharuskan adanya juru ukur untuk mengukur lintasan agar tersertifikasi oleh PASI.

Selain berdiskusi tentang olahraga Lari, Siyamin dari Polda Kalimantan Selatan juga turut memberikan paparan tambahan yang dapat menjadi masukan betapa pentingnya sebuah perizinan untuk setiap event lari yang komersil baik itu skala menengah terlebih skala besar. IPDA Dedy Gunawan Simanjutak, S.H menyebutkan bahwa pengurusan perizinan untuk event baik lari maupun event lainnya tidak akan sesulit yang dibayangkan.

” Kita tidak akan mempersulit untuk perizinan, bahkan jika ada dokumen yang tidak bisa dikirimkan secara fisik, kita bisa terima lewat WA. Jadi jangan kuatir, ” jelas Dedy.

Forum Grup Discussion ini semakin hangat ketika masing-masing peserta antusias untuk bertanya kepada nara sumber, berdiskusi, serta menyamakan persepsi pada beberapa konteks. Salah satu peserta, atlit lari muda Kalimantan Selatan Andreas Lesiano memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan mengeluarkan keluh kesah bagaimana suka duka berlatih disaat kabut asap serta minimnya fasilitas yang ada.

Sebelum menutup rangkaian, Polda KalSel sebagai penyelenggara berharap kegiatan ini dapat diadakan setiap tahun, minimal dua kali dalam setahun.

“Khususnya untuk Pelari, agar ada forum yang menjadi wadah untuk saling berdiskusi dengan berbagai tema. Jika memungkinkan ke depannya akan mengundang seluruh komunitas lari di Kalimantan Selatan.” pungkas Adi Sarma. (Nisa/Radar Banjarmasin Fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *